Minggu, 03 Februari 2008

DANGEROUSLY BIKERS


Sepeda motor – kendaraan paling berbahaya di jalan.

Apabila saudara mencermati perkembangan lalu lintas lima tahun dewasa ini akan terlihat gejala merebaknya jumlah sepeda motor di jalan. Beberapa acara di televisi bahkan sempat memantau bagaimana perilaku para pengendaranya dan melihat langsung di jalanan, bagaimana mereka memperlakukan kendaraan mereka, tingkah polahnya menaiki jembatan penyeberangan pejalan kaki, menaiki trotoar, masuk ke jalur TJ, memotong jalan melawan arus,memutar sembarangan…….hampir tidak ada rambu yang tidak dilanggar – kecuali , masuk ke jalan tol. Tapi saya yakin jika ada satu pengendara motor nekat masuk ke jalan tol dan TIDAK TERTANGKAP, PASTI beribu2 lainnya akan mengikuti di belakangnya, pasti itu.

Salah satu pihak mencermati masalah pengendara sepeda motor mengungkapkan fakta bahwa 80 % kecelakaan fatal motor yang menewaskan pengendaranya, korbannya adalah kepala keluarga. Artinya jika dalam setahun terjadi kasus kecelakaan motor fatal sebanyak 10.000, maka dalam tahun itu akan ada sedikitnya 8000 keluarga yang kehilangan kepala keluarga, pencari nafkah atau sumber penghasilan. Ini artinya terjadi pemiskinan secara sistematis apabila tidak dilakukan pencegahan secara mendasar.

Global Safety Road Campaign yang dilakukan sepanjang tahun 2007 di wilayah Jakarta mencoba mencermati bagaimana sejatinya perilaku pengendara sepedamotor di Jakarta memaknai “berkendara dengan sepeda motor”.

Karena sebetulnya sepeda motor itu adalah kendaraan paling berbahaya di jalan, tidak dilengkapi sabuk pengaman, tidak punya pelindung badan jika terjadi tabrakan, tidak nyaman jika dilakukan dalam waktu lebih dari 2 jam.


Belum lagi bila kita membicarakan perilaku pengendaranya, ambil contoh dari Jakarta menuju Jawa Tengah saja, maka kita akan melihat beragam perilaku :

  • sepanjang jalur Jakarta Indramayu, jarang penduduk lokal naik motor memakai helm, malah kadang tidak pakai plat nomor, berboncengan tiga.

  • Dari Indramayu ke Cirebon, pengendara motor antar kota biasanya akan melaju motornya dalam kecepatan tinggi antara 90 km/jam, menempel di belakang bis kota atau truk trailer tapi tetap sopan di sisi kiri tepi jalan.

  • Mulai Tegal ke timur (Pemalang, Pekalongan ,Semarang,Solo ,Yogya ) Pengendara sepedamotor masih terbiasa melaju dengan kecepatan tinggi di jalur antar kota tapi dengan SATU CATATAN, melaju motornya ditengah2 jalan, tidak memperdulikan kendaraan di belakangnya.


Ini satu hal yang paling saya sesalkan kepada pengendara motor ( sel.raider) di sepanjang jalan. Kesadaran berlalulintasnya sangat rendah kalau tidak boleh dibilang nihil. Minimnya pengetahuan berkendara aman, minimnya pengetahuan tentang keamanan di jalan, belum lagi faktor emosi yang gampang meledak, dan sopan santun di jalan yang luar biasa jeblok menciptakan raider-raider yang menguras energi pengendara lainnya di sekitarnya.

Saya katakan menguras energi, kenyataannya bila kita berkendaraan roda empat dijalan dan didekat kita terdapat satu atau dua raider, maka kita harus ekstra hati2 terhadap mereka..!! jika kita semula hanya harus waspada terhadap kendaraan di depan kita, dengan kehadiran “raider2 “ ini di dekat kita , kita HARUS WASPADA bila raider2 tersebut:

  • menyalip dari sebelah kiri

  • memotong jalur di depan kita

  • berkendara persis di depan kita

  • menyalip dari belakang kita tanpa kita sadari.

  • Terkejut dan membuat manuver tiba2 di depan kita


Kita tidak pernah tahu apakah seorang raider tergolong mahir dan sopan atau baru saja bisa berkendara serta berperilaku sangat buruk di jalan.


Tips menghadapi pengendara motor di jalan raya :


  • selalu beri tanda mereka bahwa kita ada di sekitar mereka

  • jaga jarak aman dari mereka, jika tak bisa menghindari atau menjauhkannya dari kita

  • menyadari bahwa mereka punya hak yang sama di jalan, dengan tingkat kesulitan yang tinggi dibandingkan pengendara roda empat ( maqsudnya : mereka tuh kepanasan, kehujanan,kena debu,capek banget,…….hormati mereka juga )

  • Namun bila perilakunya berlebihan, diberi pelajaran sedikit tidak apa –apa


Karena sebenarnya yang punya kedudukan paling tinggi di jalan raya adalah pejalan kaki / pedestrian, bukan pengemudi kendaraan dan kendaraan bermotor.


Jumlah sepeda motor di kota2 besar akan terus bertambah hingga mencapai titik jenuh dan dalam lima tahun bila setiap Pemda berhasil menciptakan transportasi publik massal yang lebih baik dari KRL dan TJ maka secara otomatis jumlah ini akan berkurang secara signifikan.

Dalam sepuluh tahun publik akan memilih untuk memakai mass transporter dan meninggalkan sepeda motor, kecuali para raider dan Bikers sejati, hidup Bikers!

23 april 2007



Tidak ada komentar:

Posting Komentar