Kamis, 06 Januari 2011

Izin mengemudi dan kehendak bebas

Surat izin mengemudi kendaraan bermotor - bukan hak seseorang. izin tersebut adalah adalah previlege, dimana padanya melekat beragam tugas dan kewajiban yang berat. Padanya melekat pula tuntutan kesadaran berkendaraan yang tinggi. Karena dengan izin itu kita juga mampu mencabut nyawa manusia lain di jalan raya.

Terdengar kejam, tapi rupanya di negara kita surat izin mengemudi sudah direduksi fungsinya hanya sebagai alat legalitas mengendarai kendaraan, tidak lebih.
Kepolisian sebagai lembaga resmi penerbit izin, tidak pernah mau tahu apakah seseorang begitu keluar dari kantor polisi membawa surat izin mengemudi, sudah cukup dilengkapi dengan kecakapan berkendara dengan aman dan hati-hati. mampu mengamankan dirinya sendiri bersama kendaraannya maupun mengamankan orang lain di sekitar kendaraannya.
Kementerian Perhubungan Darat sebagai Lembaga resmi pemerintah juga tidak pernah perduli dengan nyawa dan keselamatan berkendara seseorang, yang mereka tahu adalah menyediakan moda transportasi baik terpisah maupun terintegrasi . Tapi kenyataannya rakyat lebih memilih berkendara sendiri  daripada menggunakan moda transportasi massal. 

INI KEGAGALAN UTAMA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN selama ini.
Dan pilihan masyarakat luas untuk berkendara ini ditangkap produsen kendaraan dengan menyediakan kendaraan bermotor dan akses untuk mendapatkannya secara mudah dan murah, berbagai fasilitas kredit kendaraan dan leasing disediakan. 



 direct selling Salesman/girl  sepeda motor

Disinilah simpul segala keruwetan permasalahan - yang apabila tidak segera diatasi, maka dalam waktu yang tidak lama lagi, jumlah kendaraan yang berada di jalan akan melebihi daya tampung jalan itu sendiri, pernah dengar kan..... bahwa prediksi beberapa ahli transportasi - Jakarta akan macet total - Dalam mobilitas yang sangat tinggi itu, masyarakat pemakai kendaraan juga lupa, tindakan mereka dalam berkendara juga mempengaruhi orang lain yang ada di jalan yang sama.
Ibarat  sebuah urat nadi di dalam tubuh - jalan raya yang dipenuhi kendaraan bermotor - identik dengan urat nadi yang dilalui bermilyar sel darah - bedanya jika sel-sel darah itu tidak punya kehendak - pemakai kendaraan di jalan masing-masing punya kehendak bebas untuk melakukan apapun di jalan raya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar