Tampilkan postingan dengan label enviromental friendly technologies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label enviromental friendly technologies. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 April 2012
Jumat, 09 Desember 2011
Senin, 04 Juli 2011
biopori
![]() |
| tampilan biopori di simpanglima semarang |
![]() |
| biopori di ruang publik Semarang |
![]() |
| pembuatan biopori di VILLA HUTAN JATI |
![]() |
| ukuran BIOPORI di VILLA HUTAN JATI |
![]() |
| biopori di rumah; diameter pralon 4"- sembunyi dibawah paving |
Kamis, 16 Juni 2011
kecil.......tapi punya misi....Hampala Van MAgelang
Kata kata itu diucapkan mas adi wisaksono, seorang pecinta dunia mancing dan ikan saat mengomentari suatu keadaan dimana kita harus punya sikap - sepahit apapun keadaan di sekitar kita. Sikap yang mewakili sosok yang telah menemukan DIRI .Di dunia maya beliau membuat beberapa grup - ada yang sifatnya publik dan ada yang sifatnya privat, demi misi tersebut.
yang saya maksudkan misi adalah upayanya mempertahankan dan mengkondisikan habitat alami ikan palung ( nama lokal magelang) atau ikan hampala ( Hampala macrolepidota sp.) alias sebarau yang notabene selama ini diketahui semula hanya di perairan sungai air deras di kalimantan tengah( berau) dan perairan danau Sentarum - kalimantan barat.
tabur benih ikan langka di kolam
domestikasi ikan ikan spesies Barb dari perairan lokal
fun fishing CnR HVM
Upaya relokasi- pemindahan bibit ikan, domestikasi- pemeliharaan dalam lingkungan buatan, dan fun fishing catch and release program yang dilakukan secara tertutup.
Ikan ikan domestik Indonesia yang hidup di sungai-sungai air deras dan muara seperti hampala, jurung, baung dewasa ini memang belum pernah dicatat secara resmi oleh lembaga yang menaungi lingkungan hidup - saya umpamakan di negara2 maju wilayah ini dinaungi oleh Department Fish and Game yang mengatur dan mengendalikan upaya2 eksploitasi hasil tangkapan wilayah perairan- dan mencatat perubahan yang terjadi di dalam ekosistemnya......hmmmmm........kapan Indonesia punya sosok pejabat yang peduli akan hal seperti itu....
Jumat, 25 Juni 2010
Tes Driver Toyota Tewas di Jerman
Augusta B. Sirait
(IST)
INILAH.COM, London-Chief Test Engineer Toyota Hiromu Naruse tewas, Kamis (25/6), di Nurburgring, Jerman.
Pria berusia 67 tahun tersebut tewas saat mengendarai Lexus LFA Nurburgring Edition. Hiromu tewas karena bertabrakan dengan BMW 3-Series yang datang dari arah yang berlawanan. Kedua mobil bertabrakan dengan kecepatan normal di area dengan ambang batas kecepatan 100 km per jam (62 mph). Sementara itu, dua orang test driver mobil BMW, berusia 34 dan 33 tahun keduanya cedera serius, dimana salah satunya dalam kondisi kritis.
Hiromu memulai karirnya di Toyota pada 1963, dengan beragung di divisi Vehicle Evaluation and Engineering. Ia menjadi salah satu tokoh penting di Toyota, khususnya untuk pengembangan Toyota 2000GT and the Lexus LFA.
Toyota berkabung dengan mangkatnya Begawan Testdriver mereka, berita dan press release Toyota Motor Co, dapat dilihat disini..
Membayangkan seorang TestDriver adalah kemampuan berkendara seseorang yang jauh diatas rata-rata, apalagi untuk seorang " meister" Naruse - yang nota bene Chief TestDrive Toyota - faktor safety sudah pasti menjadi hal yang utama, kejadian ini pasti membuat Toyota punya banyak pekerjaan rumah tentang safety audit mereka.
Toyota berkabung dengan mangkatnya Begawan Testdriver mereka, berita dan press release Toyota Motor Co, dapat dilihat disini..
Membayangkan seorang TestDriver adalah kemampuan berkendara seseorang yang jauh diatas rata-rata, apalagi untuk seorang " meister" Naruse - yang nota bene Chief TestDrive Toyota - faktor safety sudah pasti menjadi hal yang utama, kejadian ini pasti membuat Toyota punya banyak pekerjaan rumah tentang safety audit mereka.
Rabu, 10 Februari 2010
bukan ribuan, Jutaan ton Iles-iles dikirim ke jepang
Masa kecil saya penuh dengan cerita jaman dulu orangtua, Ibu saya menceritakan bagaimana masa kecil beliau dihabiskan di sekolah dengan menyanyikan "kimigayo" dan acara rutin mereka adalah "taiso" - senam pagi. Kegiatan belajar masa pendudukan Jepang adalah mencari iles-iles. Tanpa diberi tahu untuk tujuan apa, - semua murid- tanpa kecuali harus mencari iles-iles (Amorphophallus spp), yaitu sebangsa umbi-umbian yang hidup liar di kebun, hutan dan ladang di pedalaman pulau Jawa. Selain itu setiap rumah diharuskan membuat lubang 1 x 1 x 1 meter persegi untuk membuat kompos, yang setiap beberapa bulan dikumpulkan yang juga entah untuk apa. Kegiatan mencari umbi Iles-iles ini berlangsung tanpa henti, demikian pula kegiatan menanam pohon Jarak. Ternyata dari beberapa catatan, memang kegiatan pengumpulan umbi ini juga dilakukan di sepanjang Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Yang mengejutkan, di tempat asalnya - madiun - umbi iles-iles basah dihargai tidak lebih Rp.800 - Rp 1000,- dari petani yang mengumpulkan umbi itu dari hutan yang dikelola Departemen Kehutanan, ..keterlaluan..
Dan belakangan ini, sejak tahun 1962 seorang veteran Jepang kembali ke Indonesia serta mendirikan pabrik yang mengolah bahan baku makanan favorit di Jepang " kentang Konyaku" atau konjac. Di Jepang sendiri sejak tahun 1963, para pedagang yang menyediakan bahan baku umbi ini bergabung dalam Asosiasi Konnyaku Jepang, yang tugasnya menjamin ketersediaan pasokan umbi ini untuk bahan pangan di Jepang. Di Jepang sendiri bahan makanan ini sangat populer, dalam bentuk 3 produk turunan: shirataki kering, shirataki basah, dan konyaku. Yang disebut pertama persis mi; konyaku seperti tahu. Untuk membuat penganan itu, umbi porang dan iles-iles dicuci bersih dan diiris tipis-tipis sekitar 0,5 cm. Setelah kering ketebalannya menjadi hanya 0,2 cm dibikin tepung yang disebut glukomannan . sedang di Pulau Jawa bahan bakunya yaitu umbi Iles-iles itu tadi yang kemudian dikenal variannya dengan umbi porang, tumbuh liar di hutan sejak ribuan tahun lalu. Belum pernah ada penelitian yang menyebutkan besar maksimal umbi ini, karena sifatnya yang seperti umbi-umbian lain, jika daun dan batangnya tidak muncul, maka keberadaan umbinya tidak akan diketahui.
Budidaya umbi ini di Jepang dilakukan secara intensif, bahkan khusus ditanam di area tertentu dengan pengawasan khusus pula.Pemanfaatan umbi ini oleh penduduk Indonesia, dikenal sejak jaman dulu, di Jawa dikenal dengan nama "Iles-iles" di Sunda dikenal dengan "Ileus", namun jarang dipakai sebagai bahan makanan karena efek sampingnya, yaitu bila umbi kupas terkena air dan langsung bersentuhan dengan kulit akan terasa gatal. Oleh sebab itu pada jaman jepang - sulit mendapatkan bahan makanan- iles-iles jadi sumber pangan selain umbi gadung dan umbi-umbi asli lokal lainnya.
Di Jepang makanan berbahan dasar konjac ( iles-iles ) sangat popular, mungkin aroma "aneh" seperti ikan asin itu yang membuat mereka suka pada umbi ini, harganya juga luar biasa mahal, salah satu penjual online menawarkan "kentang konyaku" kemasan dengan harga 1 kg = 1.115 Yen ..waw.......
Yang mengejutkan, di tempat asalnya - madiun - umbi iles-iles basah dihargai tidak lebih Rp.800 - Rp 1000,- dari petani yang mengumpulkan umbi itu dari hutan yang dikelola Departemen Kehutanan, ..keterlaluan..
Kamis, 28 Januari 2010
kampanye yang kontradiktif
Di tengah peresmian salah satu dari proyek Pembangkit Listrik tenaga Uap - PLN - PLTU Labuan Banten - jawa barat - terdapat suatu fakta kontradiktif, bahawa Presiden RI di Denmark yang mencanangkan pengurangan emisi karbon sebesar 26 % sampai tahun 2020, sementara yang tengah terjadi sekarang- Indonesia- untuk memenuhi defisit kebutuhan listriknya menggunakan pembangkit Listrik tenaga Uap ( PLTU ) berbahan bakar Batubara - dimana emisi karbon dari pembangkit Listrik Batubara adalah salah satu dari dua penyumbang terbesar emisi CO2- yang menjadi penyebab utama pemanasan Global. Proyek pembangunan PLTU 10000 mega watt adalah terobosan yang dibuat oleh JUSUF KALLA untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia, sejak 2005. rencana penambahan pembangkit listrik terhambat akibat krisis moneter 1998.
Yang menjadi masalah dan tantangan adalah besarnya deposit batubara di Pulau Kalimantan. Sejauh ini wilayah yang agresif melakukan pertambangan batubara adalah Kalimantan Selatan.

Konsesi ( ijin penggarapan tambang ) yang dimiliki pengusaha lokal dan pengusaha "Jakarta" seolah berlomba tanpa mengindahkan lingkungan dan estetika. Dan batubara baru satu jenis tambang di Borneo, masih ada puluhan jenis bahan tambang yang masih tersimpan di "gunung-gunung" di sana. Potensi tambang di Kalimantan Selatan dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu: tambang golongan A, tambang golongan B, dan tambang golongan C. Kelompok tambang golongan A antara lain terdiri dari batubara dengan potensi cadangan sebanyak 5,6 miliar ton, Minyak bumi dengan potensi cadangan sebanyak 101.974.400 m³, dan biji nikel dengan potensi cadangan sebesar 42.242.000 ton. Kelompok tambang golongan B antara lain terdiri dari biji besi dengan potensi cadangangan sebanyak 194.817.800 ton, biji mas dengan potensi cadangan sebanyak 23.227.517 ton, kerikil berintan dengan potensi cadangan sebanyak 23.154.000 ton. Kelompok tambang golongan C antara lain terdiri dari batu gamping dengan potensi cadangan sebanyak 10.291.116.760 ton, marmer dengan potensi cadangan sebanyak 1.236.097.000 m³ , kaolin dengan potensi cadangan sebanyak 194.187.800 ton, dan belum terhitung pertambangan pasir Zircon di wilayah Kalimantan Barat.
seorang rekan saya yang pernah diundang seorang juragan bijih besi di Kalimantan menceritakan bagaimana dia dan teman-temannya dijemput dengan helikopter menuju ke rumahnya , untuk menghibur ulang tahun anaknya ke 18.....waw.

secara seloroh saya sindir temen saya itu, kenapa dia tidak minta ijin konsesi biji besi - satu gunung saja, waktu dia menceritakan bahwa si juragan bijih besi itu mengelola puluhan hektar wilayah hutan di daerah itu.
Senin, 23 November 2009
Teknologi Tepat Guna - situs iptek dan hasil risetnya
Teknologi tepat guna difokuskan untuk SME ( Small Medium Enterprise) , Usaha kecil Mikro- Menengah tepatnya, dan pemanfaatan riset di Kementerian Riset dan Teknologi untuk pemberdayaan ekonomi rakyat.Namun di situsnya , terlihat hanya beritanya saja yang diupdate, kenapa teknologi terapannya tidak bertambah?
Senin, 14 September 2009
tempat favorit Jean-Michel Cousteau's di atas bumi
Untuk mengkompilasi bukunya yang baru, " My Favorite Place In Earth ", Jerry Dunn Camarillo Jr, mewawancarai puluhan orang-orang terkenal - dari Natalie Portman sampai Dalai Lama - tentang tempat-tempat yang paling mereka cintai.
"Kebudayaan, otentik, dan berkelanjutan"
Aspirasi triple Intelligent Travel blog - adalah semboyan beberapa orang yang Anda akan baca di My Favorite Place In Earth.
Saya pikir Jean-Michel Cousteau, tempat favoritnya adalah bukan di bawah laut tetapi di suatu sudut yang hilang Peru, di mana 25 tahun yang lalu ia bertemu dengan seorang pria yang luar biasa. "Kepala suku (Chief) Kukus [dari Achuar, sekelompok Jivaro] sudah hampir sama banyaknya dampak pada saya seperti ayah saya sendiri," kata Mr Cousteau kepada saya. "Dia mengajarkan nilai-nilai ... desanya berdiri di atas sungai di dalam hutan ... Ada banyak burung di pepohonan, dan monyet di seluruh tempat. Orang-orang mamakai Sumpitan dan diburu dengan racun panah, tetapi dalam cara yang berkelanjutan. Mereka hanya mangambil apa yang mereka butuhkan, apa yang alam bisa berikan.
"Chief Kukus menunjukkan beberapa pohon yang ditanam sekitar tiga meter tingginya. Dia bilang:" Aku tidak akan pernah melihat mereka tumbuh cukup besar, dan anak-anak saya juga tidak - bahkan cucu-cucuku, mungkin tidak. Tapi cicit saya, mereka akan dapat menggunakan pohon-pohon yang saya tanam. " Dia menunjuk ke salah satu pada khususnya dan berkata, "Itu akan menjadi sebuah perahu yang baik."
"Bagi saya, kepala suku mengungkapkan konstitusi tak tertulis masa depan. Dalam budaya modern kita hanya berurusan dengan masa kini - sekarang sekarang sekarang. Kita mengatakan kita peduli mengenai anak-anak dan cucu kita, namun kita tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Tetapi orang-orang Jivaro memiliki konsep yang tepat. Mereka tahu bagaimana untuk hidup dalam harmoni dengan alam secara berkelanjutan. "
Seperti Jean-Michel Cousteau, dunia berdiri untuk belajar banyak dari orang-orang tradisional yang telah berhasil bertahan di satu tempat untuk waktu yang lama. Aku memikirkan Bumi sebagai "satu tempat" - dan saya berharap kita belajar dari pandangan lama.
"Kebudayaan, otentik, dan berkelanjutan"
Aspirasi triple Intelligent Travel blog - adalah semboyan beberapa orang yang Anda akan baca di My Favorite Place In Earth.
Saya pikir Jean-Michel Cousteau, tempat favoritnya adalah bukan di bawah laut tetapi di suatu sudut yang hilang Peru, di mana 25 tahun yang lalu ia bertemu dengan seorang pria yang luar biasa. "Kepala suku (Chief) Kukus [dari Achuar, sekelompok Jivaro] sudah hampir sama banyaknya dampak pada saya seperti ayah saya sendiri," kata Mr Cousteau kepada saya. "Dia mengajarkan nilai-nilai ... desanya berdiri di atas sungai di dalam hutan ... Ada banyak burung di pepohonan, dan monyet di seluruh tempat. Orang-orang mamakai Sumpitan dan diburu dengan racun panah, tetapi dalam cara yang berkelanjutan. Mereka hanya mangambil apa yang mereka butuhkan, apa yang alam bisa berikan.
"Chief Kukus menunjukkan beberapa pohon yang ditanam sekitar tiga meter tingginya. Dia bilang:" Aku tidak akan pernah melihat mereka tumbuh cukup besar, dan anak-anak saya juga tidak - bahkan cucu-cucuku, mungkin tidak. Tapi cicit saya, mereka akan dapat menggunakan pohon-pohon yang saya tanam. " Dia menunjuk ke salah satu pada khususnya dan berkata, "Itu akan menjadi sebuah perahu yang baik."
"Bagi saya, kepala suku mengungkapkan konstitusi tak tertulis masa depan. Dalam budaya modern kita hanya berurusan dengan masa kini - sekarang sekarang sekarang. Kita mengatakan kita peduli mengenai anak-anak dan cucu kita, namun kita tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Tetapi orang-orang Jivaro memiliki konsep yang tepat. Mereka tahu bagaimana untuk hidup dalam harmoni dengan alam secara berkelanjutan. "
Seperti Jean-Michel Cousteau, dunia berdiri untuk belajar banyak dari orang-orang tradisional yang telah berhasil bertahan di satu tempat untuk waktu yang lama. Aku memikirkan Bumi sebagai "satu tempat" - dan saya berharap kita belajar dari pandangan lama.
dikutip dari NG Traveller - Intelligent Travel Blog by IT.Blog
Kamis, 30 Juli 2009
asap cair dan biopestisida
Beberapa waktu lalu blogwalking dan berjumpa dengan asap cair di internet, teknik yang dikembangkan PPKT djokdja ini tampaknya butuh disosialisasikan pada masyarakat produsen makanan sebagai alternatif pengganti bahan pengawet kimia yang jelas berbahaya. Jangankan formalin atau borax, bahkan kristal asam sitrat yang sering dipakai sebagai pengawet manisan itupun juka dikonsumsi dalam jumlah dan waktu yang panjang berpotensi merusak jeroan kita.......wek.
Teknik pembuatannya yang berbasis kondensasi, mengingatkan saya pada sekelompok petani di dataran tinggi Karo, di Sumut, yang belakangan ini mengembangkan pertanian organik dengan berpupukkan kompos padat dan kompos cair, ber-antihama-kan asap cair yang berasal dari kayu2 sisa dari sekitar mereka, dan berbuah manis dengan padi mereka yang tumbuh subur dan berbunga sangat rimbun
Pikiran cabul saya berandai-andai, jika semua petani memakai pupuk kompos padat dan cair buatan sendiri, dan memakai pestisida yang berasal dari kayu2 sisa di sekitar mereka, apa nggak bangkrut tuh pabrik pupuk kimia dan pabrik pestisida...hahahaha.
Tapi yang mengganggu saya , adalah produktivitas hasil petani di dataran tinggi karo tersebut, dengan bertani organik, jauh lebih tinggi dibandingkan jika mereka memakai pupuk dan pestisida kimia......Hmm....
Pestisida yang saya maksud adalah bio pestisida, dibuat dengan cara memanaskan sisa2 kayu dan serpihan2 kayu sampai menjadi arang, asap yang dihasilkan dari pemanasan tersebut kemudian didinginkan dan ditampung seperti gambar diatas, bedanya asap kayu cair ini berwarna hitam pekat, dan dalam 3 bulan akan mengendap menjadi 3 lapisan, lapisan paling bawah berbentuk ter, lapisan tengah air, dan lapisan paling atas minyak.
Biopestisida berwarna hitam ini terbukti efektif mengusir hama2 pada tanaman produktif seperti jeruk dan sayur mayur.
Menurut petani dataran karo itu, teknik ini sebenarnya sudah dikenal oleh petani2 di Muangthai sejak nenek moyang mereka, yang menyuling sisa2 kayu,bambu,dan ranting2 untuk dipakai sebagai pengusir hama.

Teknik pembuatannya yang berbasis kondensasi, mengingatkan saya pada sekelompok petani di dataran tinggi Karo, di Sumut, yang belakangan ini mengembangkan pertanian organik dengan berpupukkan kompos padat dan kompos cair, ber-antihama-kan asap cair yang berasal dari kayu2 sisa dari sekitar mereka, dan berbuah manis dengan padi mereka yang tumbuh subur dan berbunga sangat rimbun

Pikiran cabul saya berandai-andai, jika semua petani memakai pupuk kompos padat dan cair buatan sendiri, dan memakai pestisida yang berasal dari kayu2 sisa di sekitar mereka, apa nggak bangkrut tuh pabrik pupuk kimia dan pabrik pestisida...hahahaha.
Tapi yang mengganggu saya , adalah produktivitas hasil petani di dataran tinggi karo tersebut, dengan bertani organik, jauh lebih tinggi dibandingkan jika mereka memakai pupuk dan pestisida kimia......Hmm....
Pestisida yang saya maksud adalah bio pestisida, dibuat dengan cara memanaskan sisa2 kayu dan serpihan2 kayu sampai menjadi arang, asap yang dihasilkan dari pemanasan tersebut kemudian didinginkan dan ditampung seperti gambar diatas, bedanya asap kayu cair ini berwarna hitam pekat, dan dalam 3 bulan akan mengendap menjadi 3 lapisan, lapisan paling bawah berbentuk ter, lapisan tengah air, dan lapisan paling atas minyak.
Biopestisida berwarna hitam ini terbukti efektif mengusir hama2 pada tanaman produktif seperti jeruk dan sayur mayur.
Menurut petani dataran karo itu, teknik ini sebenarnya sudah dikenal oleh petani2 di Muangthai sejak nenek moyang mereka, yang menyuling sisa2 kayu,bambu,dan ranting2 untuk dipakai sebagai pengusir hama.
Kamis, 25 Juni 2009
Jumat, 05 Juni 2009
Negara ini bisa bangkut sumber alamnya, tanpa KONSERVASI
jika anda pernah mendengar kata " sasi" atau " lubuk larangan", maka bentuk seperti itulah ujud sebenarnya konservasi tradisional yang dilakukan warga adat di papua ( sasi) dan melayu ( lubok larangan). Pada dasarnya prinsip keduanya sama, membatasi pemanfaatan sumber2 alam secara berlebihan dan mencegah sifat serakah manusia - yang manusiawi tentu saja- dengan denda adat yang luar biasa mahal. Di Tapanuli,bila larangan dilanggar dendanya nggak main2- 100 zak semen, yang dipakai untuk pembangunan kampung. di papua dendanya bisa berupa kerja sosial atau menyumbang bibit pohon produktif sebanyak- banyaknya.

di Teluk Triton, papua,daerah kepala burung, sasi dikelola secara adat dan dimanfaatkan hasil ekonomisnya secara maksimal, tujuan utamanya adalah memetik hasil alam yang sejati, dalam bentuk sebaik2nya ( timun laut raksasa, kerang lola ukuran besar) dengan bijaksana. Lain lagi di melayu Lubuk larangan dijadikan atraksi wisata-warga dan pendatang untuk menjala ikan2 disana, sangat2 sederhana dan momen ini dijadikan aya tarik wisatawan kedaerah itu.


salah satu even yang gagal dimanfaatkan pemda suatu daerah contohnya even berburu "Nyale" atau bau Nyale atau cacing laut di wilayah Lombok. komoditas alami endemik yang hanya muncul setahun sekali dan bisa menyerap wisatawan asing dan domestik dengan sangat baik, gagal dimanfaatkan secara bijak,baik oleh Pemda maupun keserakahan warga yang mengeksploatasi nyale secara berlebihan. Akibatnya belakangan ini Nyale yang hanya muncul pada bebrapa hari setiap tahunnya tidak sebanyak sepuluh tahun lalu.
Apa yang membuat Pemerintah tidak bertindak melindungi sumber2 alamnya sendiri...?
Pertanyaan bodoh mungkin, namun dapat saja suatu pemerintahan memang lalai dan abai untuk membiarkan sumber2 alamnya dikeruk oleh CUKONG2 kayu,CUKONG2 pasir, CUKONG2 batik,dan jutaan CUKONG2 lain yang semata2 tidakpunya kepentingan kecuali mengeruk harta dari kampung halaman kita.
atau seperti dikatakan Rizal Ramli, capres dari PIB yang mengatakan
"lebih mudah menggadaikan negara,menjaminkan negara dengan asetnya daripada melindungi sumber2 alamnya".........
emang bener pemimpin kita punya attitude kayak gitu pakRamli? bagaimana jadinya negara kita seratus tahun lagi ya.

di Teluk Triton, papua,daerah kepala burung, sasi dikelola secara adat dan dimanfaatkan hasil ekonomisnya secara maksimal, tujuan utamanya adalah memetik hasil alam yang sejati, dalam bentuk sebaik2nya ( timun laut raksasa, kerang lola ukuran besar) dengan bijaksana. Lain lagi di melayu Lubuk larangan dijadikan atraksi wisata-warga dan pendatang untuk menjala ikan2 disana, sangat2 sederhana dan momen ini dijadikan aya tarik wisatawan kedaerah itu.


salah satu even yang gagal dimanfaatkan pemda suatu daerah contohnya even berburu "Nyale" atau bau Nyale atau cacing laut di wilayah Lombok. komoditas alami endemik yang hanya muncul setahun sekali dan bisa menyerap wisatawan asing dan domestik dengan sangat baik, gagal dimanfaatkan secara bijak,baik oleh Pemda maupun keserakahan warga yang mengeksploatasi nyale secara berlebihan. Akibatnya belakangan ini Nyale yang hanya muncul pada bebrapa hari setiap tahunnya tidak sebanyak sepuluh tahun lalu.
Apa yang membuat Pemerintah tidak bertindak melindungi sumber2 alamnya sendiri...?
Pertanyaan bodoh mungkin, namun dapat saja suatu pemerintahan memang lalai dan abai untuk membiarkan sumber2 alamnya dikeruk oleh CUKONG2 kayu,CUKONG2 pasir, CUKONG2 batik,dan jutaan CUKONG2 lain yang semata2 tidakpunya kepentingan kecuali mengeruk harta dari kampung halaman kita.
atau seperti dikatakan Rizal Ramli, capres dari PIB yang mengatakan
"lebih mudah menggadaikan negara,menjaminkan negara dengan asetnya daripada melindungi sumber2 alamnya".........
emang bener pemimpin kita punya attitude kayak gitu pakRamli? bagaimana jadinya negara kita seratus tahun lagi ya.
Senin, 18 Mei 2009
Inovasi Dari Daerah - Panel surya-solar cell- murah terjangkau
Kabar berikut pasti sudah anda dengar, Penemuan teknologi panel surya murah dari Magelang. Tapi secara SCTV salah kutip, harga yang dicantumkan mungkin tidak semurah itu . Panel surya penghasil daya 1000 Watt seharga Rp. 700.000,- ? mmmm.....mungkin besok kapan kali yee...
Selasa, 24 Maret 2009
BIOMIMETIC - replika biologi & nano teknologi
CBID , center for biologically Inspired design adalah unit penelitian di Georgia institute of Technology yang telah menghasilkan lebih dari ratusan penelitian interdisiplin.
Penelitian dan pengembangan desain yang dilakukan berdasarkan proses biologi di alam, perilaku binatang, pemanfaatan rekayasa genetika, dan replika bilologis.
Definisi dasar biomimetic adalah wilayah sains baru yang mempelajari segala inspirasi terbaik alam kemudian menirunya untuk memecahkan persoalan2 yang dihadapi manusia. Alam memiliki segala potensi untuk mengubah cara pandang kita : bagaimana kita mengembangkan kemungkinan alernatif pangan, membuat peralatan, memanfaatkan energi, menyembuhkan diri sendiri, menyimpan informasi, dan mengatur bisnis.
Dan pada setiap kasus, alam menjadi model, ukuran, dan menjadi mentor.
Penelitian dan pengembangan desain yang dilakukan berdasarkan proses biologi di alam, perilaku binatang, pemanfaatan rekayasa genetika, dan replika bilologis.
Definisi dasar biomimetic adalah wilayah sains baru yang mempelajari segala inspirasi terbaik alam kemudian menirunya untuk memecahkan persoalan2 yang dihadapi manusia. Alam memiliki segala potensi untuk mengubah cara pandang kita : bagaimana kita mengembangkan kemungkinan alernatif pangan, membuat peralatan, memanfaatkan energi, menyembuhkan diri sendiri, menyimpan informasi, dan mengatur bisnis.
Dan pada setiap kasus, alam menjadi model, ukuran, dan menjadi mentor.
How does nature teach?
How does nature learn?
How does nature heal?
How does nature communicate?
Quieting human cleverness is
the first step in biomimicry. Next comes listening, then trying to echo what we hear. This emulating is hard and humbling work. When what we learn improves how we live,
we grow grateful,and that leads to the last step in the path:
stewardship and caretaking, a practical thanksgiving for what we've learned.
Rabu, 22 Oktober 2008
Persiapan banjir 2008
Sebagai menyadari diri akan kota Semarang yang Ramah Banjir, lubang biopori yang saya buat di belakang rumah ortu, demi ( menghindari telepon dari Maknyak tengah malam -hujan deras, tiba2 "kriing...!5x" ......teras belakang banjir....!,kamu kesini.........!!hwarakadah") menghadapi musim banjir tahun ini, hanya saya buat lubang 2 buah, cukup dua buah.
celakanya lubang kedua yang saya buat...ternyata 1 meter dibawahnya adalah pondasi rumah kuno yang dulu berada disitu.....sebagai saya ndak tahu akan hal itu, terpaksa biopori hole - nya diperdalam 0,5 m lagi kebawah.
Dan sekarang ( dua bulan setelah dibuat ) , meskipun komposnya belum saya periksa, satu lubang biopori efektif untuk mengatasi banjir-subanjir yang rajin mendatangi teras belakang rumah ortu, seluas 3 x 6 meter.
sebagai teras, tempat itu padahal sudah punya saluran pembuangan air plus sumur peresapan sejak 1985. Namun tiga tahun terakhir -mungkin- saluran airnya mampet, dan tentu saja itu job deskripsinya tukang batu.........sebagai pilihan saya pakai BIOPORI saja.
MANJUR TUH..........
celakanya lubang kedua yang saya buat...ternyata 1 meter dibawahnya adalah pondasi rumah kuno yang dulu berada disitu.....sebagai saya ndak tahu akan hal itu, terpaksa biopori hole - nya diperdalam 0,5 m lagi kebawah.
Dan sekarang ( dua bulan setelah dibuat ) , meskipun komposnya belum saya periksa, satu lubang biopori efektif untuk mengatasi banjir-subanjir yang rajin mendatangi teras belakang rumah ortu, seluas 3 x 6 meter.
sebagai teras, tempat itu padahal sudah punya saluran pembuangan air plus sumur peresapan sejak 1985. Namun tiga tahun terakhir -mungkin- saluran airnya mampet, dan tentu saja itu job deskripsinya tukang batu.........sebagai pilihan saya pakai BIOPORI saja.
MANJUR TUH..........
Kamis, 17 Januari 2008
BLUE ENERGY.......Facts or HOAX
Konvensi Perubahan Iklim di Bali (3-14/12/2007) terasa biasa saja, bahkan dengan kehadiran AL GORE, mantan wapres AS. era Bill Clinton.
Yang mengejutkan justru kabar dari pak SBY yang mengumumkan khabar bahwa Indonesia berhasil menemukan terobosan baru di bidang pengurangan emisi karbon.
Mungkin wartawan jawapos bisa saja "salah kutiP" atau salah persepsi, tapi berita tersebut pernah ditayangkan di salah satu sessi news di ANTV, dan apakah itu sosok penemu blue energi yang sama atau tidak , bisa dicek ke antv. Namun di newsbreak tsb, "blue energi yang dimaksud adalah motor merk H***A yang dimodifikasi ruang bakarnya, lalu bahan bakar yang dipergunakan adalah 50% premium murni dan 50% air murni .....(?)........ini mah bukan blue energy...
tapi NGACO energy.
Kadang2 pers yang kebablasan dalam mengekspose, bisa berakibat fatal. Maafkan saya bila lancang, tapi seperti labeling "wartawan kloning" oleh beberapa jurnalis tanah air kepada beberapa lainnya memang masih saja mewabah. tanpa konfirmasi,tanpa validasi berita, dan yang paling mendasar..... (maaf) tanpa akal sehat.
fakta dan kebohongan adalah dua hal yang harus dipisahkan kecuali memang ada tendensi untuk melakukan disinformasi ataupun memang fakta yang sebenarnya terjadi.
jadi rumusnya = P+H20 =premium plus air murni sama dengan mesin jeboll.....hwarakadhah.
Yang mengejutkan justru kabar dari pak SBY yang mengumumkan khabar bahwa Indonesia berhasil menemukan terobosan baru di bidang pengurangan emisi karbon.
Mungkin wartawan jawapos bisa saja "salah kutiP" atau salah persepsi, tapi berita tersebut pernah ditayangkan di salah satu sessi news di ANTV, dan apakah itu sosok penemu blue energi yang sama atau tidak , bisa dicek ke antv. Namun di newsbreak tsb, "blue energi yang dimaksud adalah motor merk H***A yang dimodifikasi ruang bakarnya, lalu bahan bakar yang dipergunakan adalah 50% premium murni dan 50% air murni .....(?)........ini mah bukan blue energy...
tapi NGACO energy.
Kadang2 pers yang kebablasan dalam mengekspose, bisa berakibat fatal. Maafkan saya bila lancang, tapi seperti labeling "wartawan kloning" oleh beberapa jurnalis tanah air kepada beberapa lainnya memang masih saja mewabah. tanpa konfirmasi,tanpa validasi berita, dan yang paling mendasar..... (maaf) tanpa akal sehat.
fakta dan kebohongan adalah dua hal yang harus dipisahkan kecuali memang ada tendensi untuk melakukan disinformasi ataupun memang fakta yang sebenarnya terjadi.
jadi rumusnya = P+H20 =premium plus air murni sama dengan mesin jeboll.....hwarakadhah.
Sabtu, 08 Desember 2007
BIOPORI..............MEMBANTU BUMI BERNAFAS
Ketika teknologi sederhana ini diperkenalkan ke publik oleh pencetusnya Ir. Kamir R. Brata Msc
seorang peneliti di IPB, Bogor gaungnya hanya sesaat.
Padahal kalau kita mau jujur, teknologi tepat guna ini - BIOPORI - AKAN SANGAT MEMBANTU bila digunakan di kota2 yang
"saya denger mau tenggelam...dalam waktu yang tidak terlalu lama...seperti Jakarta, Semarang.." -..ah, jangan nakutin orang, mas" tukas salah satu rekan ketika hal ini disinggung.
Syukur akhirnya salah satu arsitek Indonesia mau peduli hal ini dan membuat rekomendasi dalam Blog arsitektur dan Perencanaan ruang.
Fauzi Bowo, gubernur DKI, sabtu,8 Desember 2007 juga usaha mempopulerkan biopori kepada masyarakat. Bila ada publik figure sudah mau turun dan menyerukan hal sekecil ini, artinya mungkin warning untuk Jakarta sudah mendekati kuning ke merah....untuk banjir.
Satu hal lagi, alat ini sederhana, baik hati dan tidak sombong.
seorang peneliti di IPB, Bogor gaungnya hanya sesaat.
Padahal kalau kita mau jujur, teknologi tepat guna ini - BIOPORI - AKAN SANGAT MEMBANTU bila digunakan di kota2 yang
"saya denger mau tenggelam...dalam waktu yang tidak terlalu lama...seperti Jakarta, Semarang.." -..ah, jangan nakutin orang, mas" tukas salah satu rekan ketika hal ini disinggung.
Syukur akhirnya salah satu arsitek Indonesia mau peduli hal ini dan membuat rekomendasi dalam Blog arsitektur dan Perencanaan ruang.
Fauzi Bowo, gubernur DKI, sabtu,8 Desember 2007 juga usaha mempopulerkan biopori kepada masyarakat. Bila ada publik figure sudah mau turun dan menyerukan hal sekecil ini, artinya mungkin warning untuk Jakarta sudah mendekati kuning ke merah....untuk banjir.
Satu hal lagi, alat ini sederhana, baik hati dan tidak sombong.
sepeda tenaga surya

waktu pertamakali diliput media, saya kira produk ini buatan gresik asli....ternyata produk RRC.....Republik Rakyat Cungkuok.
Dalam keadaan negara tropis yang sudah pakem seperti di negeri kita, produk2 dengan sumber bahan bakar SOLAR seperti ini harusnya bukan sekedar mimpi.
Jika negara2 subtropis telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin, mestinya negara tropis seperti negara kita harusnya telah memikirkan hal ini sejak lama.
sebuah perusahaan di gresik Aneka surya.com, memulai dengan mengimpor produk RRC. bisa jadi segera mereka membuat inovasi lain - produk lain lagi dengan sumber tenaga matahari.
Langganan:
Postingan (Atom)
















