Tampilkan postingan dengan label QUOTES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label QUOTES. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

menteri dengan sepatu sport


Pak Menteri satu ini sudah lama saya amati sejak masih aktif di jawapos Group, dari menghindar jemputan protokoler oleh kepala daerah- berbaur dengan penumpang lainnya, artikel-artikelnya di harian jawapos  selalu tampil dengan gaya mengalir,  dan selalu mengejutkan di akhir paragraf- ciri khasnya. Apabila kekayaan orang Indonesia diukur dengan banyaknya tulisan yang dihasilkan, bukan tidak mungkin beliau akan muncul di urutan-urutan paling atas, betul itu! 
Dan jika belakangan ini banyak diliput media, bagi beliau itu sudah lumrah, sudah biasa, dilakukannya , terobosannya memotong birokrasi dan mempersingkatnya manjadi lebih sederhana ibarat seorang pembersih selokan. Memakai sebuah tongkat kayu - menghadapi sebuah selokan mampet mencari sumber kebuntuan dan dengan santai  menguraikannya, sesederhana itu. 
Salah satu yang fenomena ialah waktu menjabat di perusahaan BUMN Energi, beliau menghapus kunjungan kerja rapat dari eselon paling atas sampai daerah, dang menggantikannya dengan pertemuan via teleconference, grup BBM, serta email.  bayangkan berapa anggaran yang dihemat untuk  biaya Perjalanan Dinas - dan itu hanya untuk satu hal saja. Saya kagum dengan tindakannya yang tak banyak komentar- tapi langsung memberi dampak luar biasa pada hal yang disentuhnya.
Saya membayangkan bila apa yang dilakukannya ttg biaya perjalanan dinas itu  JUGA DILAKUKAN PADA semua jajaran Pemerintah Daerah-Kota-Propinsi dan Pusat. Kementerian Dalam Negeri bisa malu hati itu..hehe..
Perjalanan sakitnya - yang  berbuah buku berjudul " Ganti Hati" yang dikarangnya dalam dua bahasa Indonesia dan Tionghoa, menarik untuk dibaca. Selain itu  buku " Pelajaran dari tiongkok " juga  adalah kumpulan artikel-artikelnya  selama berada di sana.
" Tiongkok bertumbuh dengan sangat fantastis dan sangat baik apabila Indonesia mempelajarinya. Inilah kira-kira pesan yang hendak disampaikan oleh Dahlan Iskan,  . Dahlan Iskan tidak membiarkan pengalamannya (yang sangat banyak) selama berada di Tiongkok, lenyap begitu saja. Buku ini merupakan kumpulan artikel Dahlan Iskan yang telah dimuat dalam harian Jawa Pos yang berisi berbagai pengalaman dan curahan hati sang penulis dalam perjalanannya di Tiongkok.
Namun buku ini bukanlah buku mengenai pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang bersifat sangat akademis. Sebaliknya, Dahlan menuliskan ragam pengalamannya dengan tutur bahasa yang sangat ringan dan mengasyikkan, beberapa artikel bahkan cenderung mengundang senyum dan gelengan kepala.
Sebagai contoh, pada bab-bab awal Dahlan mengungkapkan pengalamannya dalam belajar bahasa Mandarin di Nanchang. Dalam mempelajari bahasa tersulit di dunia ini, Dahlan memilih untuk belajar membaca dan berbicara saja. Biarlah saya tetap tidak bisa menulis, agar di dunia ini ada orang yang disebut “setengah buta huruf” (hal 13), ujar Dahlan dalam kalimat penutup bab Sulitnya Menulis Han Zi.
Ketika menelusuri apa yang dilakukan Dahlan berikutnya, maka kita akan sibuat kagum karena beliau ternyata berhasil “menulis” Han Zi (huruf Tiongkok) dengan menggunakan komputer berprogram bahasa Mandarin. Dahlan juga menceritakan kesannya bagaimana para mahasiswa Tiongkok belajar berbicara bahasa Inggris dengan penuh semangat di taman terbuka di kampus Jiang Xi Normal University sekalipun hujan turun dengan deras disertai dengan suhu yang dapat membuat tubuh menggigil kedinginan.
Tidak hanya itu, buku yang terdiri atas 76 artikel   ini mampu membuat setiap pembacanya merasa “berpetualang” ke setiap sudut Tingkok yang diceritakan oleh Dahlan. Kemampuannya dalam bertutur patut diacungkan jempol.
Ketika membaca bab berjudul Maglev, Mahal karena Hanya Delapan Menit, misalnya, saya seolah-olah dapat turut merasakan bagaimana kereta tercepat di dunia yang terletak di Shanghai ini melaju dengan kecepatan mencapai 430 km per jam dengan kecepatannya yang sangat mendebarkan. Dalam catatannya, Dahlan bahkan sempat mengungkapkan bahwa dua orang Jepang yang duduk di depannya, sibuk memfoto top speed kereta, lalu bergantian memotret diri dengan handphone kamera di depan angka itu. Turun dari kereta pun mereka masih sibuk saling memotret di samping Maglev! Maglev hanyalah salah satu cermin majunya infrsatruktur di Tiongkok.
Lebih dari itu, Dahlan juga banyak bertutur mengenai perkara insfrastruktur yang disertai dengan saran-sarannya bagi Indonesia, bahkan ASEAN. Dahlan tidak bermaksud untuk menguraikan kekagumannya tentang Tiongkok secara berlebihan namun beliau ingin agar masyarakat Indonesia belajar dari cara pemerintah Tiongkok membangun masyarakat dan negaranya. Belajar dari semangat masyarakat Tiongkok dalam membangun wilayahnya. Dalam hal ini, mentalitas adalah sebuah hal penting bagi pembangunan. Dahlan mengungkapkan pengalamannya di mana setiap petugas publik yang diberinya ‘tip’, selalu menolak tegas.
Pembangunan demi pembangunan pun berjalan dengan begitu pesat meskipun menimbulkan sisi negatif dalam hal lingkungan hidup, eksploitasi buruh, ketimpangan sosial, dan kondisi perekonomian nasional yang “terlalu panas”. Kecepatan pembangunan Tiongkok dari sudut positif, memang patut dipelajari. Salah satu tujuannya, seperti yang diungkapkan Dahlan Iskan, adalah agar Indonesia mampu membalikkan situasi dari “potensi bahaya menjadi pasarnya Tiongkok” ke situasi “memanfaatkan Tiongkok sebagai lahan ekonomi kita”.
Lebih dari itu, dalam jangka panjang kita berharap agar seluruh bangsa Indonesia dapat menikmati berbagai kemajuan seperti yang dialami Tiongkok. Untuk itu, buku Pelajaran dari Tiongkok ini sangat saya sarankan untuk dibaca oleh siapapun yang ingin belajar dari Tiongkok. Ringan sekaligus menohok "
.( resensi tokobuku171.com )

 Terakhir..... menyinggung kata2nya :" ...untuk Posisi seorang Presiden, itu Campur tangan Tuhan luar biasa tingginya....."

Biar Tuhan saja yang menentukan Pak, :)..hehe..saya takut keceplosan lagi...

Senin, 17 Oktober 2011

BUSHIDO & menteri yang mundur

Sikap ksatria yang dulu saya sering baca di novel milik kakak saya- mushashi.. rela mati demi negara dan pemimpinnya. seorang Ksatria dididik mempunyai jiwa Bushido - jiwa bela negara - rela mati demi negara dan bangsanya, bentuk tertinggi etika kepahlawanan vesi jepang. Dan rela melakukan seppuku ( harakiri-harakanan kata pakdhe Asmuni ) yaitu merobek perut sendiri jika terbukti gagal melakukan tugas sebagaimana diperintahkan. 

" Jepang adalah negara yang kerap diwarnai pengunduran diri pejabat. Budaya malu dan merasa bersalah begitu kental dalam kehidupan mereka. Apabila seorang pejabat publik bersalah, secara otomatis ia akan mengundurkan diri dari jabatannya. "

Dalam tradisi parlemen dan pemerintahan Jepang, mundur dari jabatan Publik adalah hal yang lumrah, mundur  sebab gagal menangani bencana, mundur sebab tidak memenuhi janji politik,  bahkan menurut Kompas  Perdana Menteri Naoto Kan, yang saat ini menjabat, adalah Perdana Menteri Jepang ke-lima dalam lima tahun terakhir ini. Rata-rata PM Jepang bertahan antara 200 hingga 300 hari. Mereka mundur karena merasa tidak mampu memimpin Jepang, ataupun tidak sanggup memenuhi janji politiknya. Berulangkalinya pejabat Jepang mundur ini mengakibatkan ongkos politik menjadi begitu mahal dan Jepang terus terbelit dalam masalah ekonomi yang tak kunjung usai.


Namun sikap moral seperti ini yang dibentuk dari rasa tanggung jawab yang besar terhadap Rakyat - tentu saja positif.  Pejabat publik yang merasa terpilih dan tak mau tau lagi urusan rakyat kecil tidak pantas duduk jadi pejabat. Pejabat yang lebih mementingkan kepentingan dagang kroni dan kepentingan dagang suatu golongan  bukan pula pejabat yang harus dipertahankan dalam pemerintahan.

Menteri Perdagangan Kabinet Presiden SBY
Menyikapi Menteri dalam Kabinet Pemerintahan SBY yang mundur sebab alasan pribadinya terekspose publik- Harus dijadikan momentum untuk menyorot pejabat publik dan pejabat partai yang  jelas- jelas tersangkut masalah hukum namun - membuta - dan - membisu - bersikap " semuci suci " seolah tidak berdosa tentang kasus hukumnya.



Biarkan yang mundur menyelesaikan permasalahannya, dan ada baiknya sikap ksatria seperti ini dijadikan sikap panutan yang patut dicontoh, Habis perkara...


Rabu, 15 September 2010

Hidangan Khas Lebaran di rumah kami.

Pemetikan

Perebusan

bentuk buah utuh

Pengupasan dan proses pelembutan

 Bahan baku manisan buah atap

 
 Sortasi 
 sebelah kiri buah yang tua - sebelah kanan buah yang muda


buah atap siap diproses menjadi manisan

 
pengolahan manisan buah atap

 
 Manisan buah atap  a.k.a  KOLANG-KALING

Kolang-kaling - menurut wikipedia mempunyai manfaat sebagai makanan Diet, saya juga tidak paham darimana dasar penulisan yang dipakai Artikel tersebut, tapi yang jelas bahan pangan satu ini memang identik dengan pelengkap kolak pisang.  Rasanya yang hambar-terkadang teksturnya alot-baunya kadang-kadang pesing, tapi entah kenapa selalu saja dicari orang bila bulan ramadhan tiba.
Predikat yang disandangnya belum lagi ditambah pelengkap penderita - bahwa sejak proses pemetikannya, buah ini mendatangkan siksaan bagi pemanennya. Kenapa bisa..? 
Buah pohon Aren ( Arenga pinnata  )  ini secara alamiah diliputi miang atau bulu-halus  yang bila terkena kulit akan membuat gatal-merah dan sensasi panas  sama seperti miang bambu.  Kejutan inilah yang dipakai sang senuiman Mahar dalam tarian afrikanya di Laskar Pelangi dan mengantarkan mereka jadi juara Karnaval ( Laskar Pelangi - September 2008)

                        Senimankampong -  Mahar

Belum lagi proses pembakarannya untuk menghilangkan bulu miang tersebut, ada pula proses lain - ditelan direbus utuh bersama kulitnya , proses ini biasa dilakukan di Aceh-Takengon.
Di pulau Jawa proses pembakarannnya dilakukan secara massal, tandan buah yang panjangnya rata2 dua meter itu langsung dipanggang diatas tumpukan kayu bakar yang menyala atau arangnya, dan dibakar sampai hitam legam.Bentuk buah yang sama seperti kelapa membuat daging/biji buahnya terlindungi dari api.
Proses selanjutnya pengupasan buah yang dilakkan harus dengan sarung tangan,  tempurungnya yang sangat keras - membuat proses panen buah ini memang betul-betul menguras sumur tenaga.
buah yang keras dan tua dilunakkan dengan dipukul2 dengan palu sampai memar dan kadang pecah.
lalu perendaman dilakukan untuk makin melunakkan daging buah yang keras itu.
Dari pengepul kolang kaling, pedagang pasar biasanya membeli dalam drum-drum besar untuk disortir ukurannya lalu dijual lagi dalam ukuran dan harga berbeda-beda.
Sampai di dapur, Kerepotan yang ditimbulkan bukannya berkurang,  pengolahannya harus dilakukan dengan seksama - keliru proses pembersihan - yang membuat buah tidak higienis - akan menkjadikan manisan kolangkalingnya beraroma kecut .
Setelah Ibu saya - pemilik resep pusaka ini sudah tiada - sudah setahun sejak saya berhenti membantu pembuatannya. Tahun ini saya membuat lagi  -Sendiri- manisan yang kedatangannya ditunggu banyak keluarga diJogja, Jakarta,Bekasi. kenapa bisa?
Alasannya selalu saja manisan ini yang dibawa Ibu saya jika berlebaran Ke Jogja - Ke tempat Kakak beliau yang tertua, dimana semua cucu dan cicit berkumpul dari berbagai kota - tumpah disana. Dan oleh empunya rumah hidangan ini disuguhkan di meja tamu, sejak bertahun-tahun lalu.
Jadi pasti tamu- tamu disana juga tahun lalu merasa pasti ada yang kurang di meja tamu Kakeknya di Jogja.
Tahun ini tentu saja saya membuat lagi manisan kolang-kaling yang terkenal itu, jumlahnya juga seperti tahun-tahun sebelumnya - Limabelas Kilogram -  dan semuanya didistribusikan .........untuk bingkisan lebaran.
Dan tentu saja semua keluarga yang menerimanya -sangat surprised, bahkan Oma Darmstater tertawa lebar, sambil menyelidik... 
" Darimana  J i j  tau cara bikinnya , Nyo.( sinyo - panggilan Oma ke saya )..?
" Ya Iyalaah.....dari dulu kan emang gitu, Oma........".
Manisan kolang-kaling adalah khasanah kuliner Melayu Deli, dan Tapanuli Selatan, di daerah asalnya, manisan buah untuk Idul Fitri berasal dari buah-sayur ,bunga lokal, seperti Pala,buah enau,pepaya, jambu biji.
kreativitas ibu- ibu zaman dululah yang menciptakan buah-buahan ini jadi manisan pala, manisan jambu,manisan buah enau, manisan bunga pepaya ( bunga pepaya yang pahit itu dibuat manisan...?....yak betulll !!!)
Pertanyaaannya adalah apakah di daerah asalnya tradisi ini masih ada atau sudah punah ditelan zaman..? karena pembuatnya sudah tak ada lagi...

 Demikianlah, menurut saya - " Kenangan manis dan Kenangan pahit - akan melekat di ingatan kita sampai akhir hayat. Mensikapinya sebagai Anugerah, akan membantu kita untuk memperbaiki diri dan meluruskan niat kita untuk menjadi pribadi yang lebih matang."
Selamat Lebaran......

Senin, 23 Agustus 2010

Kisah waktu Fajar yang berhenti. sejenak .....

Ali dengan LElaki Tua 

Ketika waktu shubuh telah tiba, Ali bin Abi Thalib nampak tergesa-gesa. Ia tak ingin ketinggalan jamaah shalat shubuhnya. Sayang, seorang lelaki tua yang berjalan sangat lamban menghambat langkah Ali. Demi menghormati orang tua,Ali hanya membuntut di belakangnya.

Tentulah Ali sangat khawatir tak bisa shalat jamaah
bersama Nabi. Ketika ia tahu bahwa si Tua tadi tidak memasuki Masjid, baru sadar ia bahwa si Tua tadi beragama Nasrani. Ketika Ali masuk masjid, ia mendapati Rasulullah SAW. tengah ruku'. Itu artinya Ali masih punya kesempatan mengejar shalat tersebut. Ali lalu berjamaah bersama mereka. Ketika shalat telah usai, para sahabat bertanya kepada Nabi. "Apa yang terjadi wahai Rasul, sehingga Anda memperpanjang Ruku' shalat ini. Anda tak pernah melakukan hal seperti ini."


Rasulullah menjawab, "Ketika ruku' dan tengah kubaca Subhana Rabbiyal Adziimi seperti biasanya, maka aku bermaksud mengangkat kepalaku. Tetapi Jibril datang dan menggelar sayapnya diatas punggungku. Lama sekali. Ketika ia mengangkat sayapnya barulah aku bisa berdiri mengangkat kepala." "Mengapa bisa terjadi?" tanya salah satu sahabat. "Aku tak sempat menanyakan hal itu," jawab Nabi. maka Jibril datang menemui nabi. Lalu berkata, "Wahai Muhammad! Tadi Ali tergesa-gesa agar bisa ikut berjamaah. Tapi seorang Nasrani tua menghambat jalannya. Ali tak tahu kalau ia nasrani. Ia biarkan orang tua tadi berjalan didepannya. Maka Allah menyuruhku supaya engkau tetap ruku' agar Ali bisa menyusul shalat shubuhmu. Ini tak mengherankan buatku. Yang mengherankan bahwa Allah memerintahkan malaikat Mikail As. untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga tenggang waktu terbitnya lebih lama. Ini tentulah karena perbuatan Ali tadi." Kemudian Nabi bersabda, "Inilah derajat orang yang memuliakan orang tua usia lanjut.  ."

Minggu, 09 Mei 2010

Bahasa Hati

Manusia sekeras karang sekalipun, akan luluh dengan bahasa hati.
Bahasa yang melampaui kata-kata, melampaui  vocabulary yang paling rumit sekalipun.
Manusia berhati baja sekalipun , akan luluh dengan bahasa hati.
Bahasa yang sangat mudah dimengerti, bahkan dengan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Manusia yang dikatakan tidak berperasaan sekalipun , akan luluh dengan bahasa hati.
Namun pada saat lain dapat menjadi teramat sangat sulit dipahami, dan tidak terjangkau pikiran.




Apabila yang mencoba memahaminya hanya dengan logika semata......
Apalagi yang mencoba menerjemahkannya dengan cara memaksakan kehendak....
Yang lain mencoba mengartikannya dan kerumitan perhitungan....
akan menemukan jalan buntu
Karena bukan memahaminya dengan cara menimbang rasa , memakai nurani,
mau mengerti jalan pikiran orang lain, dan bijak ......

Selasa, 06 April 2010

angin

Angin mengalir ke tempat yang dibutuhkan,
lembut dan sepoi,namun pada saatnya dapat tegas dan keras.
bahkan melumatkan.
tidak pernah menolak diperlakukan seperti apapun.


mampu membakar semangat,

dan bersedia habis dimakan nyala,
apabila dibutuhkan 

namun bila dilumpuhkan dan ditekan.
akan menolakkan pelakunya sebesar perlakuannya.

selalu menuju keseimbangan,karena sifatnya.
dan bila perbedaan di suatu tempat sangat-sangat besar,
maka dibutuhkan sedikit  chaos.......( salah satu dari keahliannya )
untuk mencapai satu keseimbangan yang lain.

air

Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah
Air mematikan api dan membersihkan kotoran.
Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan, air meloloskan diri
Dalam bentuk uap dan kembali mengembun.
Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu
Bilamana bertemu batu arang, dia akan berbelok
untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali.
Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati.
Karena dia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun
Yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.
Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang
Namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

Jumat, 29 Januari 2010

Quotes


"Satu bumi cukup untuk semua umat manusia, namun tak pernah cukup bagi segelintir manusia yang serakah"

---------Mahatma Gandhi--------

Kamis, 12 November 2009

XPLORE kemampuan anda sampai ke LIMIT

Saat Pemerintah bingung dan gamang dengan kebijakannya sendiri, maka rakyat harus bertindak cepat, cermat dan cerdas.



Buka seluas-luasnya sektor pedagang kakilima menjadi pedagang kelas dunia. Jadilah wirausaha sebatas kemampuan anda, dengan terus mencari pemahaman baru


Raih kesempatan menjadi petugas / tenaga ahli di bidang anda dengan mengetahui dengan jelas apa yang ingin anda kerjakan; apa tugas-tugas anda; berapa anda digaji; dan hak apa yang anda peroleh.



Jangan ragu untuk belajar, dan memperoleh pengetahuan baru, karena di sekeliling kita adalah medan informasi dan informasi ada di tangan anda- hanya sejauh mana anda mau mencarinya.Jangan Berhenti untuk memacu diri, mencoba kemampuan anda sampai ke ujung yang anda belum tahu.




Selasa, 13 Oktober 2009

QUOTES

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negeri mu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran…"