Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Juli 2010

The Hidden research- GRAVIOLA.

Buah yang 1000x lebih kuat membunuh sel kanker daripada Kemoterapi

Kanker, ya penyakit ini telah merenggut jutaan manusia setiap tahun dan semakin mengganas karena pola makan, racun, pestisida dan polusi yang kita konsumsi setiap hari yang bahkan tidak kita sadari.

Soursop, buah dari pohon graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.
Tapi kenapa kita tidak tahu ?

Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon graviola ini.

Pohonnya rendah, di brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop”. Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.


Khasiat dari buah sirsak ini memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segale jeniskanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang2 amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bias menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :

Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
• Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
• Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah

• Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
• Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
• Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/membunuh sel2 sehat.

Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

Tapi… kisah Graviola hamper berakhir disini. Kenapa?

Dibawah undang2 federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan2 alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu. Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga2 tersebut di atas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.


Jumat, 25 Juni 2010

Es Pleret Bertahan Empat Generasi - apa rahasianya..? ternyata.......

image












 JIKA Anda melewati jalan Magelang-Yogyakarta jangan lupa mampir ke warung es pleret di dekat pertigaan Semen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Di sini ada warung es pleret yang sudah bertahan sampai empat generasi.

Es Pleret ini merupakan salah satu kekayaan kuliner Kabupaten Magelang. Secara fisik es pleret mirip dengan es gempol Surabaya. Keduanya sama-sama terbuat dari tepung beras. Bedanya, jika gempol berbentuk bulat dan ada gula di bagian tengah maka pleret beda.
Pleret Semen lebih lonjong dan tidak membutuhkan gula untuk memberikan rasa manis. Pasalnya, pleret dibuat dengan beras khusus yakni berasal dari padi yang hanya ditanam di tanah berpasir. "Jika padi ditanam di sawah berlumpur maka kualitas pleret akan menurun. Pleret lunak dan tidak kenyal. Rasanya juga tidak akan senikmat ini," kata Nurdayati, penjual es pleret Semen.
Pleret yang dicetak kecil-kecil ini disajikan bersama nira kelapa dan santan. Sebagai bumbu, Nurdayati hanya menggunakan panili dan garam. Ini disengaja demi menjaga mutu dan tingkat kealamian es pleret Semen.
Menurut Nurdayati hal inilah yang menjadi kunci sukses es pleret Semen bisa bertahan sampai empat generasi. Dulu, es pleret ini dirintis oleh alm Ali Pleret. Saat masa penjajahan Belanda, Ali Pleret menjajakan es secara berkeliling.
Ia kemudian mulai menetap di dekat pertigaan Sucen setelah Indonesia merdeka dan tetap bertahan hingga sekarang. Kini usaha ini diteruskan Nurdayati dan suaminya. "Kami memang sangat menjaga mutu. Kami hanya menggunakan bahan-bahan terpilih dan alami. Sama sekali tidak ada bumbu masak. Ini resep yang diwariskan turun temurun," kata dia.
Biasanya para pelanggan es pleret ini merupakan para wisatawan yang melewati jalan Yogyakarta-Magelang dan juga warga sekitar Salam. Tak jarang mobil-mobil plat luar kota yang menyempatkan diri menikmati es pleret Semen sambil melihat panorama Gunung Merapi.
Dari lokasi lapak es pleret Semen, kita memang bisa melihat Merapi di arah utara. Sementara di sisi selatan ada Gunung Chino di mana ada pemakaman Tionghoa di lereng-lereng gunung. "Rasa es pleret ini manis alami. Kami sudah langganan sejak saya masih kecil," kata Ny Fatimah, seorang nenek berumur 60 tahun.
Rasa segar dan nikmat es pleret ini diakui Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Saat berkunjung ke Magelang, Bibit menyempatkan diri menikmati es pleret khas Magelang ini. Bibit kemudian mengundang Nurdayati ke Semarang.
"Pak Gubernur senang denga es pleret buatan kami. Ia memuji, katanya rasanya manis alami dan menyegarkan. Namun kami belum bisa berkunjung ke Semarang. Kami sudah di sini selama empat generasi jadi nanti para pelanggan akan kecewa jika kami tak berjualan," kata dia.
( MH Habib Shaleh / CN13 )

ingin tahu apa rahasia dawet ini.......?
1. tanpa pengawet
2. tanpa pemanis buatan
3. bahan alami/produk organik
4. itu saja.

Rabu, 10 Februari 2010

bukan ribuan, Jutaan ton Iles-iles dikirim ke jepang

Masa kecil saya penuh dengan cerita jaman dulu orangtua, Ibu saya menceritakan bagaimana masa kecil beliau dihabiskan di sekolah dengan menyanyikan "kimigayo" dan acara rutin mereka adalah "taiso" - senam pagi. Kegiatan belajar masa pendudukan Jepang adalah mencari iles-iles. Tanpa diberi tahu untuk tujuan apa, - semua murid- tanpa kecuali harus mencari iles-iles (Amorphophallus spp), yaitu sebangsa umbi-umbian yang hidup liar di kebun, hutan dan ladang di pedalaman pulau Jawa. Selain itu setiap rumah diharuskan membuat lubang 1 x 1 x 1 meter persegi untuk membuat kompos, yang setiap beberapa bulan dikumpulkan yang juga entah untuk apa. Kegiatan mencari umbi Iles-iles ini berlangsung tanpa henti, demikian pula kegiatan menanam pohon Jarak. Ternyata dari beberapa catatan, memang kegiatan pengumpulan umbi ini juga dilakukan di sepanjang Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dan belakangan ini, sejak tahun 1962  seorang veteran Jepang  kembali ke Indonesia serta  mendirikan pabrik yang mengolah bahan baku makanan favorit di Jepang " kentang Konyaku" atau konjac. Di Jepang sendiri sejak tahun 1963, para pedagang yang menyediakan bahan baku umbi ini bergabung dalam Asosiasi Konnyaku Jepang, yang tugasnya menjamin ketersediaan pasokan umbi ini untuk bahan pangan di Jepang. Di Jepang sendiri bahan makanan ini sangat populer, dalam bentuk 3 produk turunan: shirataki kering, shirataki basah, dan konyaku. Yang disebut pertama persis mi; konyaku  seperti tahu. Untuk membuat penganan itu, umbi porang dan iles-iles dicuci bersih dan diiris  tipis-tipis sekitar 0,5 cm. Setelah kering ketebalannya menjadi hanya 0,2 cm dibikin tepung yang disebut glukomannan  . sedang di Pulau Jawa bahan bakunya yaitu umbi Iles-iles itu tadi yang kemudian dikenal variannya dengan umbi porang, tumbuh liar di hutan sejak ribuan tahun lalu. Belum pernah ada penelitian yang menyebutkan besar maksimal umbi ini, karena sifatnya yang seperti umbi-umbian lain, jika daun dan batangnya tidak muncul, maka keberadaan umbinya tidak akan diketahui.

Budidaya umbi ini di Jepang dilakukan secara intensif, bahkan khusus ditanam di area tertentu dengan pengawasan khusus pula.Pemanfaatan umbi ini oleh penduduk Indonesia, dikenal sejak jaman dulu, di Jawa dikenal dengan nama "Iles-iles" di Sunda dikenal dengan "Ileus", namun jarang dipakai sebagai bahan makanan karena efek sampingnya, yaitu bila umbi kupas terkena air dan langsung bersentuhan dengan kulit akan terasa gatal. Oleh sebab itu pada jaman jepang - sulit mendapatkan bahan makanan- iles-iles jadi sumber pangan selain umbi gadung dan umbi-umbi asli lokal lainnya.
Di Jepang makanan berbahan dasar konjac ( iles-iles ) sangat popular, mungkin aroma "aneh" seperti ikan asin itu yang membuat mereka suka pada umbi ini, harganya juga luar biasa mahal, salah satu penjual online menawarkan "kentang konyaku" kemasan dengan harga 1 kg = 1.115 Yen ..waw.......

 
  
  
  

 



Yang mengejutkan, di tempat asalnya - madiun - umbi iles-iles basah dihargai tidak lebih Rp.800 - Rp 1000,- dari petani yang mengumpulkan umbi itu dari hutan yang dikelola Departemen Kehutanan, ..keterlaluan..

Rabu, 20 Januari 2010

"wah...enak yang disana mas.."

Jawaban itu muncul dari teman saya mas Tyo, waktu kami ngobrol soal es Durian . Tempat yang kami obrolkan adalah warung es durian Purbalingga. di tempat aslinya - Purbalingga - tempatnya memang agak jauh dari pusat kota. Dan yang dimaksud judul diatas itu adalah es durian di alun-alun kota Purwokerto. Mas Tyo menggambarkan bagaimana durian - Hanya diambil daging buahnya dan dipisahkan dalam panci - untuk bahan dasar es "galak" itu. saya tergelak, membayangkan kilo kalori-dan level kolesterol yang eksesif sesudah menikmati minuman 'durhaka' itu.
membicarakan durian di musim buah tropis seperti sekarang ini- Oktober sampai Februari, setidaknya mengingatkan masa kecil saya. Usia lima tahun saya mengalami mabuk durian untuk yang pertama. di pojokan teras belakang -jongkok-kepala puyeng dan isi perut keluar semua. tapi sensasi itu untungnya tidak pernah terulang. sampai usia saya setua ini -untungnya- belakangan saya tidak lagi menjadi durian freak.
setahun yang lalu chek up di klinik di pusat kota, saya memilih hanya dua hal yang diperiksa, kolesterol dan asam urat, ternyata- benar- , kadarnya diatas ambang batas. Berbahagialah siapa saja yang dietnya tidak berpantang makan apapun.
dan mitos -ganasnya- efek durian terhadap hipertensi dan kolesterol memang kadang tidak begitu saja saya percayai, tapi kenyataannya - beberapa kasus serangan stroke ringan yang sangat mendadak - membuktikan hal itu.
seperti istilah mbak Manda " Ngaciirr dulu sebelum menuruti hawa nafsu " , daripada kehujanan mending sedia payung.
Ada yang mau saya sampaikan tentang kadar kolesterol, bila anda termasuk yang kewalahan mengatasinya, silakan mencoba daun Beluntas/Bluntas ( Pluchea indica L.) yang biasa ditanam sebagai tanaman pagar, dilalap atau mengkonsumsi dalam bentuk kapsul yang sudah dijual.
informasi umum selama ini daun bluntas hanya dipakai sebagai penghilang bau badan dan penurun panas.
daun Beluntas ternyata efektif menormalkan kadar kolesterol bila dikonsumsi dalam waktu yang cukup singkat - sebulan.

Jumat, 05 September 2008

sehat dengan makanan nabati

Pertengahan tahun 1999, muncul rencana akan diterbitkannya sebuah buku tentang metode terbaru penyajian makanan sehat.
Dan benar buku itu meledak di pasaran judulnya " Food Combining: Kombinasi Makanan Serasi, Pola Makan untuk Langsing & Sehat", intinya memperkenalkan kepada khalayak ramai tentang upaya mengenal dengan baik makanan yang masuk lewat mulut ke tubuh kita. Seberapa besar kebutuhan asupan gizi dan bagaimana cara terbaik menghidangkannya.

Selanjutnya mulai 2006, pionir Food Combining , Andang Gunawan, nutrition therapist merambah ke weblog dengan Mailing List (Milis) FOOD COMBINING INDONESIA.
Informasi2nya disajikan dengan sangat ramah dan menyenangkan, apalagi dengan pembawa acara (?) mas Wied .....maksud saya pendamping pembicara utama.

Dan yang paling berharga disini adalah pengetahuan tentang Detoksifikasi - proses pembuangan racun2 alami dan racun2 dari obat yang kita konsumsi - melalui pembuangan cairan tubuh.

Detoksifikasi sendiri sering kita alami sehari2 tanpa disadari, batuk berlendir, Pup yang berlendir, dan lain2 namun sering tidak disadari keberadaannya.

Food Combining mampu menjelaskannya secara gamblang dan ramah, NAMUN SAYANG JIKA PUSAKA ILMU seperti ini malah justru dimanfaatkan oleh pengusaha LN yang mengambil keuntungan darinya dan FCI sendiri terbengkalai tidak terurus.

MAs Wied...........aja shooting Bae................kye FCI ne Diurusi...mboq.....:)

Kamis, 17 Januari 2008

SEHAT TANPA OBAT...........emang bisa Gitu?



SAKIT : timbulnya gejala karena melemahnya daya tahan tubuh, karena masuknya anasir asing berupa virus , bakteri, racun , dll.
PEMBERIAN OBAT :
usaha mengurangi-menghilangkan gejala yang timbul akibat virus-bakteri dan racun dengan cara melumpuhkannya - lewat tablet(oral) /suntik
Corporate Secretary Kimia Farma ( pada kesempatan Ulang tahun Kimia Farma 2006 ) :
  • Obat adalah racun , Jangan diminum bila anda tidak terpaksa melakukannya, atau dengan petunjuk ahli medis, apalagi minum obat dengan referensi orang lain/teman/sahabat....tanpa rujukan......bisa fatal akibatnya.
  • tidak ada obat tanpa efek samping - semua obat bahkan yang bertanda lingkaran hijau sekalipun punya efek samping
  • Survei oleh LSM Asing menunjukkan rata-rata Dokter di Indonesia selalu memberi dosis resep untuk pasien 2x lebih banyak dari seharusnya-artinya pemakaian obat jadi lebih mahal dari yang seharusnya diberikan
  • Survei itu juga menunjukkan Indonesia adalah salah satu negara pemakai antibiotik tertinggi
  • Apoteker adalah Second opinion terhadap resep dokter , bertanggung jawab dan wajib memberikan pengertian pemberian obat thd pasien, berhak memberitahukan bahaya dan efek samping pemberian obat yang akan dipakai pasien
kesadaran yang harus selalu dilakukan setiap orang:

1. selalu menimbang dengan cermat obat yang akan masuk ke dalam tubuh
- obat adalah zat kimia beracun yang larut dan beredar dalam darah.
pernahkah anda menanyakan berapa lama suatu obat berada dalam tubuh?
dan bagaimana obat tsb akan keluar dari tubuh?

2. selalu menanyakan kepada pihak apotik - saat menerima obat:
- satupersatu jenis obat dan cara pakainya dan efek sampingnya. BILA MUNGKIN MINTA LEMBARAN BROSUR OBAT DIDALAM BOX FULL -untuk anda mintakan second opinion pada saudara anda yang dokter atau apoteker.

3. Selalu mengenali sifat obat yang masuk ke dalam tubuh :
tanda dalam kemasan obat berbentuk lengkaran menunjukkan sifat obat.
Lingkaran Hijau adalah obat Ringan,
LIngkaran Biru adalah obat keras , .
Lingkaran MERAH adalah obat yang harus dengan resep doketr pemakaiannya

4. selalu minta pada dokter anda untuk memberikan obat ringan - bukan obat patent yang cenderung kandungan obatnya keras

5. selalu mengikuti perkembangan dari badan POM tentang pengumuman obat2 yang dilarang dikonsumsi

6 selalu sadar untuk berupaya menjadi sehat tanpa obat!!...........saudara katakan tidak mungkin..?...itu hanya pola pikir saudara

Industri FARMASI dan MEDIS- ALAT2 MEDIS serta bidang KEDOKTERAN adalah wilayah Industri dan keilmuan yang melibatkan perputaran keuangan dan MODAL bernilai TRILIUNAN rupiah di setiap negara, jadi kita harapkan kita menjadi pihak yang dengan sadar dan bijaksana mensikapi hal tersebut. Karena pada tujuan akhirnya Dokter dan Obat adalah sarana YANG HARUS menyehatkan dan mensejahterakan manusia